Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Benarkah Doa Berbuka Puasamu?


Masyhur, tak selamanya jadi jaminan. Begitulah yang terjadi pada “doa berbuka puasa”. Doa yang selama ini terkenal di masyarakat, belum tentu shahih derajatnya.
Terkabulnya doa dan ditetapkannya pahala di sisi Allah ‘Azza wa Jalla dari setiap doa yang kita panjatkan tentunya adalah harapan kita semua. Kali ini, mari kita mengkaji secara ringkas, doa berbuka puasa yang terkenal di tengah masyarakat, kemudian membandingkannya dengan yang shahih. Setelah mengetahui ilmunya nanti, mudah-mudahan kita akan mengamalkannya. Amin.
Doa Berbuka Puasa yang Terkenal di Tengah Masyarakat
Lafazh pertama:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
”Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini merupakan bagian dari hadits dengan redaksi lengkap sebagai berikut:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”[1]
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud...

Minal aidin wal faidzin = mohon maaf lahir batin. Iya gitu??

Sehubungan sebentar lagi umat muslim akan memasuki hari Raya Iedul Fitri 1432 H atau lebaran, kali ini saya akan membahas mengenai kalimat yg sering diucapkan pada waktu lebaran yaitu (jengjereng) "Minal 'Aidin Wal Faizin"...
Waaw kenapa? ada apaa memang??


Yap, momen iedul fitri ini juga dimanfaatkan untuk saling memaafkan atas kesalahan yang telah diperbuat sepanjang tahun ini kepada sanak-saudara, teman, guru, rekan kerja, dan kekerabatan lainnya.


Sering kita mendengar bahkan mengucapkan “Minal 'Aidin wal Faizin” yang disangka bermaknakan "mohon maaf lahir batin". TETOT!! anda salah! xO *ekspresi mengangap tanpa batas...#ebee-__-